Jenis - jenis Lensa Kacamata (1)
Artikel, Kacamata May 26th. 2008, 6:36pmKacamata untuk koreksi kelainan penglihatan, memiliki beragam jenis lensa yang pemilihannya tergantung oleh jenis kelainan penglihatan yang diderita dan kebutuhan pemakainya. Pemilahan jenis lensa tersebut dibedakan menurut jumlah fokus, indeks bias bahan, sifat warna, dan desain kelengkungannya.
A. Jenis lensa kacamata menurut jumlah fokusnya.
1. Single Vision / Monofokal / Fokus Tunggal.
Adalah lensa kacamata yang hanya memiliki satu fokus dalam tiap keping lensa. Penderita miopia, hipermetropia, maupun astigmatisma, yang belum mengalami presbiopia, biasanya menggunakan lensa jenis ini. Penderita presbiopia juga banyak yang menggunakan lensa jenis ini untuk dipakai sebagai kacamata khusus untuk membaca dekat (kacamata baca), karena dapat memberi area baca (area jarak dekat yang dapat dilihat dengan jelas) yang relatif luas. Lensa cylindris, meski pada hakekatnya memiliki lebih dari 1 fokus, juga dianggap termasuk dalam jenis lensa single vision.
2. Bifokal / Dobel Fokus.
Adalah lensa kacamata yang memiliki 2 fokus dalam tiap keping lensa. Pada lensa ini, terdapat lensa anakan (biasa disebut segmen) yang memiliki fokus lebih pendek dari pada lensa utamanya. Lensa anakan ini biasanya diposisikan di sisi bawah bidang kacamata. Pengguna lensa ini adalah para penderita presbiopia yang tidak mau repot memakai dan melepas kacamata pada saat ingin membaca dan kemudian melihat jauh, atau sebaliknya. Terdapat beberapa jenis lensa bifokal yang dibedakan menurut bentuk lensa anakannya, sebagaimana pada ilustrasi berikut ini:

Yaitu lensa yang memiliki 3 fokus dalam tiap keping lensa. Bentuknya hampir sama dengan lensa bifokal, hanya terdapat tambahan lensa anakan ke 2 yang fokusnya lebih pendek dari lensa utama, namun lebih panjang dari lensa anakan. Tambahan lensa anakan ini diposisikan diatas lensa anakan pertama, dan berfungsi untuk memberikan perbaikan penglihatan jarak menengah (1 s/d 3 meter) bagi penderita presbiopia derajat tinggi yang tidak puas dengan unjuk kerja lensa bifokal.

Adalah lensa yang memiliki banyak fokus dalam tiap keping lensa. Prinsipnya hampir sama dengan lensa trifokal. Jadi, lensa ini mempunyai banyak lensa anakan yang tersusun pada sisi bawah lensa utamanya. Tiap - tiap lensa anakan dibuat dengan tanpa ada garis pembatas yang nampak, tidak seperti lensa bifokal atau trifokal yang masih menampakkan garis pembatas pada lensa anakannya. Lensa jenis ini sering menjadi pilihan bagi para penderita presbyopia (biasanya yang sudah berumur 40an) yang tidak ingin nampak sudah tua oleh tampilan lensa kacamatanya.






30 Jun, 2008 at 8:33 am
Mas, thanks y atas jawaban kmrn, tanya lg boleh y, kalo lensanya jenis bifokal flattop msh bs pake yang high indeks y. Trus ksh dong mas info lg ttg mereknya ama harganya, soalnya mas ini keliatan pinternya, ke alamat e mail y mas.(kalo emang nggak bs ditulis disini, please) Sy udah 2 kali ganti lensa kacamata anak sy, tp org optiknya jg kayaknya rada2 bingung, menurut mereka tdk ada lensa yg bs bikin kelihatan lebih tipis, hanya bs dibantu dg penggosokan pinggirnya, padahal optiknya terkenal. Apa memang gitu y. thanks lg atas jawabannya
30 Jun, 2008 at 2:29 pm
Untuk lensa bifokal, sepertinya memang tidak punya banyak pilihan
mBak. Disamping karena keterbatasan teknis pembuatan segment (anak)
lensanya, jenis lensa bifokal ini juga kurang mendapat perhatian dari
para produsen lensa kacamata, sehingga pengembangan teknologinya terkesan
stagnan. Mungkin memang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
Untuk para penderita presbyopia, para produsen lensa lebih
suka mengarahkan ke lensa multifokus atau sering disebut lensa progresif.
Ini bisa dilihat dari begitu beragamnya varian lensa progresif yang
dikeluarkan oleh tiap merek.
Seperti yang pernah saya tulis, ketebalan lensa memang sangat
dipengaruhi oleh ukuran dioptri lensa. Namun, ketika lensa sudah
di-fit ke bingkai kacamata, akan terjadi perbedaan ketebalan antara
lensa plus dengan lensa minus, meskipun angka kekuatan dioptrinya
sama. Lensa plus, bentuknya makin ke tengah makin tebal, sedangkan
lensa minus, makin ke tengah makin tipis. Ketika lensa sudah dipotong
sesuai dengan pola bingkai kacamata, lensa plus akan cenderung
terlihat lebih tebal dari pada yang minus. Keadaan ini memang sudah
sifat fisik lensanya mBak, tidak banyak yang bisa diperbuat. Untuk
menggosok ulang permukaan lensa (hanya pada lensa kaca) agar bisa
lebih tipis, cost-nya akan jauh lebih tinggi dari pada membeli sepasang lensa lagi.
Itu juga belum tentu laboratorium penggosokan lensa bersedia
melakukannya. Optikal hanya bisa mengakali dengan menggosok bagian
tepinya saja, seperti yang disampaikan oleh optik langganan njenengan.
Itu juga tidak banyak memberi hasil seperti yang diharapkan.
Oh, ya.. sebenarnya saya juga nggak pinter kok mBak.. Mungkin karena
jarang sekali Refraksionis Optisi yang suka menulis dan mengerti TI,
terutama internet, sehingga saya *seolah - olah* kliyatan pinter.
*purapuramerendah*
01 Jul, 2008 at 10:11 am
makasih….makasih…makasih moga rezekinya tambah lancar n optiknya tambah maju
14 Jul, 2008 at 11:23 pm
Hi Mas,
Saya pengguna berat laptop utk pekerjaan, dalam satu hari total saya bisa menghabiskan waktu 10-12 jam. Sekitar tiga bulan lalu saya ke dokter mata untuk memeriksakan mata saya, karena belakangan saya sering merasa pandangan saya menjadi seperti remang2 bahakn pernah seperti tampak ada garis2 melintan di depan mata.
Tapi setelah tes, dokter mengatakan bahwa kedua mata saya hanya kelelahan dan belum membutuhkan kacamata, dia hanya memberi saya vitamin dan obat tetes saja.
Tapi setelah saya minum vitamin dan memakai obat tetes saya tida merasa ada perbedaan, Yang ingin saya tanyakan:
- Pada saat di tes mata, sebetulnya ada 1-2 huruf/angka terkecil yang tampak kabur tapi masih terbaca, saat saya ceritakan hal ini pada rekan saya yang berkacamata, dia bilang seharusnya saya bilang pada dokter saat mulai kabur dalam membaca hurf/angka tersebut, karena ini juga merupakan indikasi bahwa mata saya tidak normal / membutuhkan kacamata. Apakah ini benar?
- Saya pernah mendengar bahwa ada kacamata / lensa yang dapat membantu pemakainya yang sering / lama menggunakan komputer atau laptop (saya sendiri lupa apa nama lensanya). apakah ini juga benar?
Terima kasih atas jawabannya.
15 Jul, 2008 at 10:37 am
Mas Pras..
Pada umumnya, huruf terkecil yang ada pada optotip (snellen) diberi kode 6/4,5 (atau 20/15) yang artinya: huruf tersebut masih bisa dilihat dengan jelas oleh mata normal dalam jarak 4,5 meter, sedangkan jarak anda ke snellen tersebut adalah 6 meter (jarak standar utk uji ketajaman penglihatan). Standar untuk penglihatan normal adalah 6/6 (20/20). Berarti apa yang anda alami adalah wajar dan tidak perlu dikhawatirkan, karena huruf - huruf yang anda baca tersebut sudah lebih dari standar normal.
Tentang keluhan anda, sayang, saya tidak mendapat informasi mengenai usia anda. Kemungkinan besar yang disampaikan oleh dokter anda adalah benar, karena pada saat melihat dekat, mata akan berakomodasi di mana proses akomodasi ini membutuhkan kontraksi otot2 siliar yang memegang lensa mata. Jika kontraksi ini sering berlangsung dalam waktu yang terlalu lama, maka akan cepat menimbulkan kelelahan mata. Puncak dari keadaan tersebut, dapat menimbulkan ngangguan pada proses relaksasi dari akomodasi, sehingga menimbulkan keluhan penglihatan kabur pada saat melihat ke arah jauh.
Sangat disarankan untuk mengistirahatkan mata dari keadaan akomodasi (dengan cara melihat ke arah jauh) selama ± 5 menit setiap 30 menit.
Dulu, ada produsen lensa (Rodenstock) yang mengeluarkan lensa jenis BT Color yang ditujukan untuk para operator komputer. Lensa ini bagian atasnya diberi warna hijau, yang maksudnya adalah meminimalkan mata dari efek silau yang ditimbulkan oleh pencahayaan yang kurang bagus, sehingga operator komputer dapat melihat layar monitor dengan ketajaman yang lebih baik dengan tanpa menambah brightnes atau contrastnya. Untuk saat ini, ada beberapa produk lensa yang oleh produsennya diklaim mampu melindungi mata terhadap radiasi elektromagnetik dari layar monitor. Tapi menurut saya, apakah itu perlu? Toh yang sebenarnya harus dilindungi dari radiasi tersebut bukan hanya mata saja kan? Dan lagi, monitor yang memancarkan radiasi elektromagnetik besar adalah monitor jenis CRT (tabung), bukan monitor jenis LCD.
Yang penting, jaga agar mata tidak terlalu letih. Atur agar display laptop anda tidak terganggu oleh cahaya ruang atau cahaya matahari, ini akan memperbaiki ketajaman tampilan layar laptop tanpa harus menambah kecerahan dan kontrasnya.
Mm.. mong - ngomong, saya juga biasa berlama - lama di depan monitor lho..
16 Jul, 2008 at 1:33 pm
Wow..Penjelasan yang sangat lengkap dan membantu. Terima Kasih
Saya berumur 25 tahun mas. Kalau begitu saya akan mencoba untuk mengistirahatkan mata saya secara berkala (walaupun seringkali sulit / lupa karena asyiknya bekerja ;))
Sekali lagi terima kasih Mas, Sukses selalu untuk Optik nya, sayang saya di Jakarta, kalau di Jogya pasti saya mampir.
Regards - Pras
06 Oct, 2008 at 8:27 am
Maaf lahir dan bathin,
Minta tolong dong saya penggemar rodenstock, tapi kecewa dengan kaca mata saya terakhir ini karena terasa tidak enak di pakai, belakangan malah keluar dari ruang control yang dingin salah satu ujung kiri kaca mata retak, complain ke tempat yang beli jawabannya kan tidak mengganggu, ke mana saya complain?, trima kasih.
06 Oct, 2008 at 11:53 am
Sama - sama..
Jalur komplain yang bener sih emang ke optiknya.. sayangnya, garansi yang di-cover oleh produsen lensa hanya untuk pengelupasan lapisan lensa yang disebabkan oleh cacat produksi, sedangkan kerusakan yang terjadi pada kacamata njenengan *anda* kemungkinan besar ditimbulkan oleh adanya tekanan yang terlalu kuat pada sisi lensa yang retak tersebut. Tekanan yang terlalu kuat ini lebih sering ditimbulkan oleh pemasangan lensa atau penyetelan kacamata yang kurang pas. Sayangnya lagi, ada beberapa optik yang enggan dikomplain soal retaknya lensa jika kacamata tersebut sudah dipakai beberapa waktu. Jadi, untuk penyelesaian kasus njenengan, memang tergantung pada niat baik pengelola optiknya..
29 Nov, 2008 at 9:01 pm
ada ga ya lensa untuk membantu penderita buta warna?soalnya saya pernah dengar buta warna bisa dibantu oleh kacamata lensa warna. kacamata lensa warna apa itu seperti apa ya?
terimakasih.
09 Dec, 2008 at 11:11 pm
pengalaman mas pras hampir mirip dengan saya, saya sering mengalami gangguan mata ketika berlama2 di depan laptop. saat menulis ini mata saya pun terasa pegal dan mulai buram padahal baru 1 jam. hasil pemeriksaan mata saya bagus, dokter hanya bilang saya mengalami kelelahan mata. karena penasaran saya mencari literatur di internet dan kebanyakan menyebutkan bhw mata lelah ada hubungan dengan pencahayaan yg digunakan. boleh tau gak mas, gmana kok pencahayaan bisa bikin mata jadi lelah? bukan kah yg mengatur cahaya masuk ke mata itu adalah pupil dan secara otomatis bereaksi dengan cahaya yang ada?
bila mata normal seperti saya menggunakan kacamata untuk komputer apa ada pengaruhnya terhadap mata (menjadi minus)? secara fisik gmana, karna saya perhatikan orang2 yg terbiasa menggunakan kacamata, matnya terlihat tidak bagus saat melepas kacamatanya, apakah dapat terjadi pada saya bila sering menggunakan kacamata khusus komputer?
Trims atas jawabannya.
17 Dec, 2008 at 6:11 am
#9
dengan lensa kontak berwarna merah di mata yang tidak dominan.
#10
Wah.. saya juga belum pernah mendapatkan informasi yang pasti tentang hal itu. Tapi, bukankah reaksi pupil juga membutuhkan kerja otot di dalam mata?
Menjadi minus? Bukan karena kacamatanya, tapi karena mata dipaksa berakomodasi secara terus menerus.
30 Dec, 2008 at 1:42 pm
btw ai kan kul jurusan optik. sekarang ai dapt tgs ttg keunggulan dan kekurangan pasien presbiop pemakai dengan lensa single vision.mang keunggulan&kekurngan nya ada? tlng dibls yah!!!!!!!!!!!!!!!!
31 Dec, 2008 at 7:33 am
Leprindo pa Gapopin?

keunggulan dan kekurangan pasti ada lah..